Oleh : Sr. Florensia Imelda Seran, SCSC | Biarawati di Kongregasi Suster-Suster Katekis Hati Kudus (SCSC) Ruteng, Lahir di Kapan, Timor Tengah Selatan, Alumni STIPAS Santu Sirilus Ruteng. Mengikrarkan Kaul kekal di Roma, Italia pada tanggal 29 Juni 2019.
MINGGU PRAPASKAH V, 6 APRIL 2025 INJIL YOHANES 8 : 1 – 11
Tema “Kasih yang Mengubah: Menemukan Pengampunan dalam Kesengsaraan” mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kasih Tuhan yang tak terbatas dapat menjangkau dan mengubah hidup kita, bahkan dalam situasi paling gelap, sulit, penuh dosa, dan tampaknya tanpa harapan. Pengampunan bukan hanya tentang menghapus kesalahan, tetapi juga tentang memberikan kesempatan baru untuk pertobatan dan transformasi. Dalam konteks zaman ini, ketika logika penghakiman semakin tajam terhadap kaum lemah dan tumpul terhadap penguasa, kita diingatkan akan kebutuhan mendesak akan kasih dan pengampunan dalam hidup kita sehari-hari.
Kisah dalam Injil Yohanes 8:1-11 menggambarkan perempuan yang ditangkap dalam perzinahan, sebuah gambaran yang kuat tentang ketidakadilan gender dan penghakiman yang sering kali tidak proporsional. Perempuan, sebagai simbol kaum yang lemah, dihadapkan pada penghakiman yang keras, sementara laki-laki yang terlibat dalam perzinahan tersebut tidak pernah diadili. Hal ini mencerminkan realitas sosial di mana perempuan sering kali menjadi korban dari norma-norma yang tidak adil, sementara laki-laki, sebagai representasi dari kekuasaan, sering kali lolos dari tanggung jawab.
Dalam konteks ini, Yesus menunjukkan kasih-Nya yang transformatif dengan tidak hanya membela perempuan itu, tetapi juga menantang para penggugat untuk mengakui dosa mereka sendiri. Dia mengingatkan kita bahwa tidak ada satu pun dari kita yang berhak menghakimi orang lain, karena kita semua adalah pendosa yang juga membutuhkan pengampunan dari Tuhan dan sesama.
Ketika Yesus bertanya kepada perempuan itu, “Di manakah mereka? Tidak adakah yang menghukum engkau?” dan kemudian menyatakan, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi,” Dia memberikan pesan yang jelas tentang pengampunan dan kesempatan untuk memulai kembali. Ini adalah panggilan untuk pertobatan dan transformasi yang relevan bagi kita semua, terutama dalam masa Prapaskah ini, ketika kita merenungkan penderitaan dan pengorbanan Yesus.
Kesengsaraan-Nya di salib adalah pengorbanan yang memungkinkan kita untuk menerima pengampunan dan kesempatan untuk memulai kembali. Dalam perjalanan kita menuju Paskah, kita diundang untuk menghayati kasih yang mengubah hidup, meninggalkan cara hidup lama kita, dan menjalani kehidupan yang mencerminkan kasih dan pengampunan yang telah kita terima.Kisah ini juga mengajak kita untuk merenungkan bagaimana kita dapat membawa kasih dan pengampunan kepada orang lain, terutama kepada mereka yang mungkin merasa terpinggirkan atau dihukum oleh masyarakat. Dalam konteks ini, kita dipanggil untuk menjadi saluran kasih dan pengampunan, mengikuti teladan Yesus yang tidak menghakimi, tetapi mengasihi dan mengubah hidup menjadi lebih bermakna.
Dalam menghadapi kesengsaraan dan ketidakadilan, mari kita membuka hati kita untuk menerima pengampunan Tuhan dan berkomitmen untuk hidup dalam kasih yang mengubah. Dengan demikian, kita tidak hanya menerima kasih dan pengampunan, tetapi juga mewujudkannya dalam tindakan nyata di tengah masyarakat yang sering kali terjebak dalam penghakiman dan ketidakadilan.
Santa Teresa dari Kalkuta mengungkapkan bahwa “Dunia kita sedang haus dan lapar akan kasih,” yang mencerminkan kebutuhan mendalam manusia akan kasih dan pengertian di tengah tantangan hidup. Pengampunan yang diberikan atas dasar kasih bukan hanya tindakan moral, tetapi juga sumber kehidupan baru yang memulihkan hubungan yang rusak.
Kasih dan pengampunan adalah hal mutlak yang diperlukan di hadapan penghakiman Allah, di mana kita diharuskan untuk tidak hanya menerima pengampunan dari Tuhan, tetapi juga memberikannya kepada sesama, terutama kepada mereka yang terpinggirkan. Dengan setiap tindakan kasih dan pengampunan, kita berkontribusi pada transformasi dunia yang lebih adil dan penuh kasih, menciptakan ruang bagi semua orang untuk mengalami kasih Tuhan yang menghidupkan.[]
Redaksi Media Informasi dan Komunikasi PAROKIKUMBA.ORG menerima naskah/artikel berupa sharing pengalaman iman, renungan singkat untuk Rubrik INSPIRASI AKHIR PEKAN yang terbit setiap Hari Sabtu. Panjang naskah maksimal 500 kata dan diketik rapih. Naskah dikirim dengan format Microsoft Word melalui nomor WahatssApp (WA) 081 338215478. Terima kasih.
Comments are closed.